MER-C
Tampilkan postingan dengan label Tuntunan Rasulullah saw. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuntunan Rasulullah saw. Tampilkan semua postingan

07 Mei 2009

Gerakan Bangun Pagi

Di tengah maraknya berita tentang hasil pemilu, koalisi partai politik dan pencalonan presiden dan wakil presiden, ada satu tulisan di Harian Republika , hari Sabtu 25 April 2009 yang menarik hati saya. Tulisan dengan judul "Ilmu Politik Bangun Pagi" yang ditulis oleh Dody Susanto, seorang peneliti. Menurut Pak Dody untuk membangun Indonesia itu salah satunya dengan cara jangan lupa bangun pagi. gerakan bangun pagi jika disinergikan dengan gerakan disiplin nasional, akan menumbuhkan semangat baru dan meningkatkan jiwa patriotik, riil berjuang dengan pengabdian tulus kepada negeri dan semangat berkarya untuk negara.

Saya setuju sekali dengan pendapat Pak Dody, akupun mendukung diadakannya Gerakan Bangun Pagi, seperti yang Pak Dody Susanto cetuskan.. Untuk membangun Indonesia tidak harus mencalonkan diri jadi anggota DPR, DPRD, DPD, presiden, wakil presiden, menteri atau pejabat pemerintah (ini sih karena menyadari tak akan ada yang memilih/mencalonkan diriku, hu, hu). Dengan membiasakan diri untuk bangun pagi dan segera beraktivitas kita sudah dapat ikut serta membangun bangsa. Sederhana, praktis, semua dapat melakukan dari bayi sampai kakek nenek, tetapi saya kira hasilnya akan luar biasa, kalau seluruh bangsa Indonesia melakukannya. Dan saya sekarang lagi berlatih untuk bangun pagi, mengikuti suami yang sudah lama melakukan bangun pagi ( pamer ni ye).

Allah berfirman dalam Al Qur'an, surah Al Imron, ayat 14, 15, 16 dan 17 yang artinya :
'Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah- lah tempat kembali yang baik."
"Katakanlah, "Maukah Aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?"bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Rabb mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya."
"(Yaitu) orang-orang yang berdoa, "Ya Rabb kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka." 
"(Juga) orang yang sabar, orang yang benar , orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya dan yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar."

Dari ayat tersebut di atas dapat kita pahami bahwa Allah mengajarkan kepada kita untuk memohon ampunan pada waktu sebelum fajar. Berarti diajarkan kepada kita untuk bangun sebelum fajar (sebelum shubuh)

Dalam buku "Shahih Fiqih Sunnah Jilid 2", termuat hadist yang artinya 
"Diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata, "Rasulullah saw tidaklah menjaga shalat-shalat nafilah lebih dari pada menjaga dua rakar fajar."(HR Al Bukhari dan Muslim)
"Rasulullah saw tidak pernah meninggalkannya (shalat sunnah fajar)."(HR Al Bukhari)
"Riwayat dari Aisyah ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda,"Dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia berikut segala isinya."(HR Muslim dan At Tirmidzi)
"Hadist Aisyah ra, ia berkata, "Mereka para wanita mukminat shalat shubuh bersama Rasulullah saw dengan melilitkan selimut. Kemudian setelah selesai shalat, mreka pulang ke rumah dan tak seorangpun mengetahui siapa mereka karena ghalas (terang waktu shubuh masih tercampur dengan gelapnya malam)."(HR Al Bukhari dan Muslim)

Dari hadist-hadist di atas dapat kita ketahui bahwa Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan shalat sunnah fajar (shalat sunnah sebelum melaksanakan shalat subuh. Berarti Rasulullah saw memberi tuntunan juga kepada kita untuk bangun sebelum waktu shubuh.

Dalam buku "Smart Healing", tulisan dr Mohammad Ali Thoha Assegaf, ditulis bahwa "Penelitian kedokteran terbaru menyimpulkan bahwa bangun 1/3 malam terakhir yang diikuti shalat tahajjud akan memperbaiki kekebalan tubuh, melatih kemampuan seseorang menyesuaikan diri terhadap irama sirkadian.Kemudian dalam buku "Cara Nabi saw Mendidik Anak", tulisan Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid tertulis bahwa udara segar di waktu fajar akan menghidupkan dan memberi kesegaran pada sel-sel tubuh, yang menyebabkan mampu melawan berbagai macam penyakit. Orang yang menghirup udara segar pada waktu itu ketika melaksanakan shalat tanpa disadari akan menjadi imun terhadap penyakit.Dalam buku ini termuat juga riwayat Ibnu Abbas ra ketika melihat anaknya masih tertidur di waktu subuh, ia berkata, "Bangun, apakah engkau ingin tetap tertidur pada waktu pembagian rezeki." Dimuat juga hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi, yaitu bahwa rasulullah saw berkunjung ke rumah Fatimah ra pada waktu pagi. Pada saat itu beliau saw mendapatkan putrinya sedang tidur. Kemudian Beliau saw membangunkannya seraya bersabda kepadanya, "Bangunlah, lalu saksikan rezeki Rabb mu."

16 April 2009

Romantisme ala Rasulullah Saw

Pada liburan semester ganjil yang lalu anakku Nida memberiku sebuah majalah yang dia peroleh secara gratis pada waktu mengikuti training motivasi di sekolahnya. Majalahnya bernama "Al Mujtama", edisi 01/23 Mei- 5 Juni 2008. Ada beberapa artikel majalah itu yang menarik bagiku. Salah satunya adalah tulisan dari Hepi Andi Bastoni yang disarikan dari beberapa sumber. Tulisan itu berjudul "Romantisme ala Rasulullah saw". Dan isinya sebagai berikut :
Selain memberikan keteladanan dalam beribadah, Muhammad saw mencontohkan kehidupan keluarga yang diwanai dengan nuansa yang begitu romantis, diantaranya :
1. Membantu istri naik kendaraan atau memasuki rumah.
Nabi saw pernah membantu istrinya Shafiyah binti Huyay untuk naik ke atas untanya dengan mempersilahkan Shafiyah meletakkan kakinya di atas lutut Nabi saw. (HR Bukhari No. 2235)
2. Makan sepiring berdua.
Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300)
3. Romantis meski istri datang bulan.
Ketika Aisyah sedang haid, Nabi saw pernah membangunkannya seraya bersabda, "Mendekatlah kepadaku, hangatkanlah diriku, hangatkanlah diriku!"Lalu Aisyah menjawab,"Saya sedang haid", Nabi saw berkata,"Walaupun engkau sedang haid, singkapkanlah kedua pahamu."Lalu Aisyah menyingkapkan kedua pahanya dan Nabi saw meletakkan pipi dan kepalanya diatas paha Aisyah hingga merasa hangat dan tertidur.(HR Bukhari no 7945)
4. Menemani istri yang sakit.
Diriwayatkan oleh Aisyah ra, nabi saw adalah orang yang penyayanglagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengdu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)
5. Mencium istri sebelum pergi atau saat pulang dari bepergian.
Aisyah berkata,"Rasulullah saw menciumku, kemudian beliau pergi (ke masjid untuk) shalat tanpa memperbarui wudhunya."(HR Ibnu Majah)
6. Bercanda membangun keakraban.
Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi saw tertawa melihat mereka. (HR Nasai dengan isnad hasan)
7. Mandi bersama.
Aisyah pernah mandi satu bejana bersama Nabi saw (HR Nasai I/202)
8. Makan di luar rumah bersama istri sambil refreshing.
Nabi saw pernah diudang makan oleh tetangganya seorang berkebangsaan Persia. beliau tiak mau datang kecuali mengajak istrinya Aisyah (HR Muslim No. 2037)
9. Berpelukan saat tidur
Aisyah berkata, "Seringkali Nabi saw mandi janabah, kemudian mencari kehangatan diri denganku dan aku mendekap beliau sedangkan aku belum mandi janabah."(HR Tirmidzi 132)
10. Mencium istri
Nabi saw sering mencium Aisyah dan iti tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)
11. Ungkapan cinta, panggilan sayang
Nabi saw memanggil Aisyah dengan Humairah (yang kemerah-merahan pipinya, penyunting)

28 Maret 2009

Kurma

Beberapa bulan yang lalu seorang tetangga telpun dan cerita bahwa sudah dua kali berkunjung ke rumah tetapi tidak ada orang. Lalu ia bercerita bahwa sekarang ia sedang mencoba buka usaha yaitu menjadi agen penjualan jus kurma dan menawari saya kalau memerlukan jus kurma tersebut. Saya langsung membeli satu , ya pertama karena tetangga saya ini begitu baik dengan saya dan keluarga disamping saya dan keluarga memang pernah merasakan manfaatnya jus kurma. Waktu itu suami sakit demam (tubuhnya panas tinggi), lalu saya beri minum jus kurma karena waktu itu saya khawatir suami kena DBD dan saya ingat seorang saudara saya yang berprofesi sebagai perawat yang sudah senior menganjurkan untuk minum jus kurma kalau terserang DBD, karena kurma dapat dengan cepat meningkatkan trombosit darah, maka saya ikuti saja saran saudara saya itu. Alhamdulillah suami berangsur membaik kesehatannya.
Ternyata dari beberapa buku yang saya baca, saya mendapatkan hadist-hadist yang shahih yang menganjurkan untuk mengkonsumsi kurma. Dan hadist-hadist itu artinya adalah sebagai brikut :
1. Dari Sa'ad bin Abi Waqqash ra, Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa di pagi hari makan tujuh buah kurma 'Ajwah(kurma Nabi saw), maka dia tidak akan terkena racun atau sihir." (HR Al Bukhari dan Muslim)
2. "Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa memakan tujuh buah kurma dari daerah yang terletak antara dua tanah bebatuan hitam (Madinah) pada pagi hari, mka dia tidak akan dicelakakan oleh racun sampai sore hari."(HR Muslim)
Syaih bin Baaz pun berpendapat bahwa hal itu juga diharapkan berlaku bagi orang yang memakan tujuh kurma selain kurma Madinah secara mutlak.
3. Dari abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, "Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah kurma."(HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)
4. Dari Anas ra, ia berkata, "Rasulullah saw berbuka dengan beberapa butir kurma basah (ruthab) sebelum mengerjakan shalat. Jika tidak ada ruthab, beliau berbuka denan kurma. Jika tidak ada juga beliau meneguk beberapa teguk air."(Hadist hasan, HR Abu Dawud dan At Tarmidzi)
5. Aisyah ra berkata, "Dahulu, biasanya bayi yang baru dilahirkan dibawa kepada Nabi agar diberkati (didoakan untuk kebaikannya) dan ditahnik ( melekatkan kurma atau lainnya yang telah dikunyah oleh orang dewasa pada langit-langit mulut bayi). Sehingga Nabi pernah dikencingi oleh seorang bayi, namun beliau hanya meminta air untuk dibasuhkan di tempat kencingnya bayi tadi."(HR Muslim)

Dan dalam Al Qur'an juga disebutkan bahwa Allah memerintahkan Maryam pada saat akan melahirkan Nabi Isa as untuk makan kurma, seperti yang tercantum dalam surah Maryam ayat 25 -26 yang artinya :
"Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon-pohon itu akan mengguyurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu."

Dalam brosur yang diberikan tetangga kepada saya tercantum bahwa kandungan nilai nutrisi kurma dalam 100 gram adalah sebagai berikut :
Karbohidrat 75 gr, Fiber 2,4 gr, Protein 2,35 gr,Lemak 0,43 gr, Vitamin A 90 IU, Vitamin B1 93 mg, Vitamin B2 144 mg, Vitamin C 6,1 mg, Asam nikonat 2,2 mg, Asam folic 5,4 mikrogr,Mineral kalium 52 mg, Magnesium 50 mg, Tembaga 50 mg, Sulfur 14,7 mg, Besi 1,2 mg, Zink 1,2 mg, Fosfor 63 mg, Energi 323/100gr

Sedangkan khasiat kurma yang tertulis dalam brosur adalah sebagai berikut :
1. Kurma mengandung zat penguat rahi, sehingga mengkonsumsi kurma pada bulan-bulan akhir kehamilan dapat membantu proses kelahiran
2. Membantu meminimalkan pendarahan setelah melahirkan
3. Sumber energi utama untuk ibu hamil. Menstimulasi keluarnya ASI dan meningkatkan kualitas ASI
4. Mengatasi trombosit dalam darah dan mengatasi DBD
5. Mengobati anemia, lesu dan letih
6. Menambah berat badan anak
7. Meningkatkan vitalitas
8. Memperlancar saluran kencing
9. Mencegah tubuh dari bakteri dan kanker
10. Memelihara kerabunan
11. Mensatbilkan kejiwaan anak dan lansia
12. Memperlambat penuaan tubuh
13. Menyehatkan kulit
14. Membantu pertumbuhan tulang
15. Cocok untuk diet
16. Mengatasi wasir dan rheumatik

Saya dan keluargapun akhirnya suka mengkonsumsi kurma atau sari kurma

25 Maret 2009

Puasa - puasa Sunnah

Puasa sunnah disamping akan lebih mendekatkan diri kita kepada Allah, juga bermanfaat bagi kesehatan jiwa dan raga . Hal ini sudah disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur'an dan hadist-hadist. Kajian secara ilmiah juga dapat dibaca pada buku "Smart Healing", tulisan dr. Mohammad Ali Assegaf, terbitan Pustaka Al Kautsar. Adapun puasa-puasa sunnah yang didasarkan pada hadist-hadist yang shahih atau paling tidak hadist yang hasan dalam "Kitab Shahih Fiqih Sunnah", tulisan Abu Malik kamal bin As sayyid Salim adalah sebagai berikut :

1. Puasa hari Senin dan Kamis
Ini berdasarkan hadist yang artinya :
- Dari aisyah ra, ia berkata, "Rasulullah saw suka melaksanakan puasa Senin dan Kamis."(HR At Tirmidzi, An Nasa'i dan ahmad)
- Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah saw tentang puasa Senin dan Kamis Beliau saw menjawab, Kedua hari itu adalah hari dimana catatan amal diserahkan kepada Rabb semesta alam. Aku suka bila amalku diserahkan dalam keadaan aku sedang berpuasa."(HR An Nasa'i, Ahmad dan Al Baihaqi)

2. Puasa tiga hari pada pertengahan setiap bulan, tanggal 13, 14 dan 15
Berdasarkan pada hadist yang artinya :
- Dari abu Hurairah ra, ia berkata, "Kekasihku telah mewasiatkan kepadakuuntuk berpuasa tiga hari pada setiap bulannya, dua rakaat shalat dhuha dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur."(HR Bukhari dan Muslim)
- Rasulullah saw berkata kepada Abdullah bin Amr ra, "...dan puasalah tiga hari setiap bulannya, karena satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat dan itu sama seperti brpuasa satu tahun penuh."(HR Bukhari dan Muslim)
- Sabda Rasulullah saw,"Puasa pada tiga hari pada setiap bulannya, seperti puasa satu tahun penuh. Puasa Ayyamul bidh adalah tanggal 13, 14 dan 15." (HR An Nasa'i, Abu Ya'la, Ath Thabrani dari Jarir, dikuatkan oleh hadist Abu dzar dan Qatadah bin Malhan)

3. Puasa Nabi Dawud as, sehari puasa sehari berbuka.
Berdasarkan hadist yang artinya :
- Dari abdullah bin Amr ra, ia berkata, Nabi saw bersabda, "Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi dawud as dan shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Nabi Dawud as. Beliau tidur setengah malam lalu bangun sepertiganya (untuk shalat malam) lantas tidur lagi sepertiganya. Beliau puasa satu hari dan berbuka satu hari."(HR Bukhari dan Muslim)

4. Puasa pada banyak hari di bulan Sya'ban.
Disunnahkan banyak berpuasa pada hari-hari di bulan Sya'ban sampai satu atau dua hari menjelang Ramadhan. Jika sudah rutin berpuasa maka boleh berpuasa sampai akhir bulan Sya'ban. Hal ini berdasarkan pada hadist yang artinya :
- Dari Aisyah ra, ia berkata, "....Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw berpuasa selama satu bulan penuh selain puasa pada bulan ramadhan dan aku tidak pernah melihat Beliau lebih banyak berpuasa kecuali pada bulan Sya'ban."(HR Bukhari dan Muslim)
- Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, "Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang sudah rutin berpuasa maka hendaklah ia berpuasa pada hari itu."(HR Bukhari dan Muslim)
- Dari Ummu Salamah ra, ia berkata, "Aku tidak pernah melihat nabi saw berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali pada bulan Sya'ban dan Ramadhan."(HR At Tirmidzi, An Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad)

5. Puasa enam hari di bulan Syawal.
Tidak disyaratkan dilaksanakan berturut-turut. Dilaksanakan setelah Idul fitri. Menurut yang tertulis di Kitab Shahih Fiqih Sunnah, tidak boleh mendahulukan puasa enam hari di bulan Syawal sebelum mengqadha puasa Ramadhan karena hadistnya menunjukkan bahwa keutamaan seperti berpuasa satu tahun hanya diperoleh bagi mereka yang telah menyelesaikan puasa Ramadhan dan dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Wallahu'alam. Yang mendasari hal ini adalah hadist yang artinya :
- Dari Abu Ayyub Al Anshari ra, rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa satu tahun." (HR Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa'i dan Ibnu Majah)
- Hadist Tsauban dari Nabi saw, beliau bersabda, "barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka satu bulan sebanding dengan sepuluh bulan, ditambah puasa enam hari setelah Idul Fitri berarti genap berpuasa satu tahun."(HR Ahmad, An Nasa'i dan Ibnu majah)

6. Puasa Hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijah) bagi orang yang tidak sedang berhaji.
Ini berdasarkan pada hadist yang artinya :
- Hadist Abu Qataadah ra, Nabi saw bersabda, "Puasa hari Arafah, aku mengharap kepada Allah akan menghapuskan dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya."(HR Muslim)
- Ibnu Umar ra pernah ditanya tentang puasa pada hari Arafah. Ia menjawab, "Aku mengerjakan haji bersama Nabi saw dan beliau tidak berpuasa. Aku mengerjakan haji bersama Abu Bakar dan ia tidak berpuasa. Aku mengerjakan haji bersama Umar dan ia tidak berpuasa. Aku mengerjakan haji bersama Utsman dan ia tidak berpuasa. Aku juga tidak berpuasa. Beliau tidak memerintahkan dan melarang untuk berpuasa."(HR At Tirmidzi, An Nasa'i dan Ahmad)

7. Puasa Muharram, terutama pada tanggal 9 dan 10 Muharram (Asyura)
Ini berdasarkan pada hadist yang artinya :
- Hadist Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, "Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (Hr Muslim, An Nasa'i dan Ibnu Majah)
- Dari Qataadah, Nabi saw pernah bersabda, "Puasa hari Asyura, aku mengharap kepada Allah akan menghapuskan dosa satu tahun yang lalu."(HR Muslim)
- Hadist Ibnu Abbas ra, ia berkata, "Ketika Rasulullah saw melaksanakan puasa Asyura dan memerintahkan para sahabat agar melaksanakannya, maka mereka berkata, "Wahai Rasulullah, hari tersebut adalah hari yang diagung-agungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani." Rasulullah saw berkata, "Insya Allah, pada tahun depan kita akan berpuasa pada tanggal sembilan." Tetapi belum sampai tahun depannya, Rasulullah saw sudah wafat." (HR Muslim)

Haram berpuasa pada Idul Fitri, Idul Adha dan hari Tasyriq. Hal ini berdasarkan pada hadist yang artinya :
- Abu Ubaid maula Ibnu Azhar ra berkata, "Aku pernah shalat Id bersama Umar bin Al Kaththab ra, lalu Umar berkata, "Dua hari ini adalah dua hari yang dilarang oleh Rasulullah saw untuk berpuasa, yaitu Idul fitri setelah kalian berpuasa danyang lainnya adalah hari di mana kalian menyantap daging dari hewan kurban kalian."(HR Bukhari dan Muslim)
- Dari abu Sa'id Al Khudri ra, rasulullah saw melarang berpuasa pada ua hari ini, yakni pada Idul fitri dan Idul Adha." (HR Bukhari dan Muslim)
- Nubaisyah Al Hudzali ra, berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari untuk makan dan minum." (HR Muslim)

24 Maret 2009

Etika Minum

Setiap hari kita selalu melakukan aktifitas minum. karena merupakan aktifitas harian maka jika kita lakukan dengan baik sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw, akan menjadi kebiasaan yang baik yang akan mempengaruhi jiwa. Rasulullah saw mengajarkan cara minum sebagai berikut :
1. Membaca bismillah (dengan menyebut nama Allah) sebelum minum. Sesuai denga hadist yang artinya ;
"Sesungguhnya setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya."(HR Muslim dan Ahmad)
2. Minum dengan tangan kanan. Sesuai dengan hadist yang artinya :
" Jika salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya dan jika ia minum maka hendaklah ia minum dengan tangan kanannya. sebab setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya."(HR At Tirmidzi dan Abu Dawud)
3. Minum lebih utama dengan duduk, tapi diperbolehkan berdiri. Sesuai dengan hadist yang artinya ;
-"Janganlah salah seorang dari kalian minum dalam keadaan berdiri. Barang siapa yang lupa (lalu minum dengan berdiri), maka hendaklah ia memuntahkannya."(HR Muslim)
-"Dari Ibnu Abbas ra, Nabi saw meminum air zam-zam dari timba dalam keadaan berdiri."(HR Bukhari dan Muslim)
4. Meminum tiga kali (Tidak sekali teguk) dan mengambil nafas di sela-selanya di luar gelas. Sesuai hadist yang artinya :
Ketika minum, Nabi saw mengambil nafas sebanyak dua atau tiga kali dengan melepaskan mulut beliau dari tempat minumnya, seraya bersabda, "Sesungguhnya itu lebih memuaskan, lebih melegakan dan lebih enak."(HR Bukhari dan Muslim, lafalnya dari Muslim)
5. Tidak meniup dan menghembuskan nafas ke dalam bejana. Sesuai hadist yang artinya ;
Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, ia berkata, "Nabi saw bersabda, "Apabila salah seorang kamu minum maka janganlah ia menghirup nafas pada tempat minum(HR Bukhari dan Muslim)
6. Tidak minum pada mulut poci dan sebagainya. Sesuai dengan hadist yang artinya :
Dari Abu Hurairah ra, "Rasulullah melarang minum dari mulut geriba". (HR Bukhari)
Sebab air akan tertumpah masuk sekaligus, kita bisa tersedak.
7. Memulai dari yang kanan dan seterusnya ketika memberikan minuman kepada orang dalam majelis.Sesuai hadist yang artinya:
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, dibawakan kepada Nabi saw susu yang dicampur dengan air. Di sebelah kanan beliau ada seorang Arab dusun dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakar ra. Lalu beliau minum, kemudian memberikan kepada orang arab badui tersebut. Beliau saw bersabda, "Dari yang sebelah kanan dan seterusnya."(HR Bukhari dan Muslim)
8. Pemberi minum yang paling terakhir minum. Hal ini berdasarkan hadist yang artinya :
Dari Qatadah ra, "Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya pemberi minum adalah orang yang paling terakhir dari mereka yang minum."(HR Muslim)
9. Memuji Allah setelah minum. Sesuai hadist yang artinya :
Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya Allah benar-benar meridhai hambanya yang minum-minuman, lalu memuji Allah atas nikmat tersebut."(HR Muslim dan At Tirmidzi)
10. Tidak boleh makan dan minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak. berdasarkan sabda Nabi saw yang artinya :
"Janganlah minum dengan bejana emas dan perak dan janganlah mengenakan pakaian sutra. Sesungguhnya itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kalian kelak di akhirat."(HR Bukhari dan Muslim)
"Orang yang minum dalam bejana perak, sesungguhnya dalam perutnya sedang menggelegak api neraka jahanan."(HRBukhari dan Muslim)
11. Jika tidak ada bejana yang lain, boleh memakai bejana orang non muslim yang sudah dicuci. Ini sesuai dengan hadist yang artinya :
Sabda Nabi saw kepada abu Tsa'labah al Khasyani, "Adapun apa yang engkau sebutkan bahwa engkau berada di bumi suatu kaum dari ahli kitab, maka kamu dapat makan dari bejana mereka. Namun, jika kamu menemukan selain bejana mereka, maka janganlah kamu maan denga bejana tersebut. ika kamu tidak menemukan, maka cucilah bejana itu dan mkanlah dengan menggunakannya."(HR Bukhari dan Muslim)
12. Disunahkan menutup bejana, mengikat geriba dan sejenisnya, serta membacakan nama Allah padanya sebelum tidur. Ini berdasarkan hadist Nabi saw yang artinya :
"Jika malam telah datang atau kamu berada di waku petang, maka tahanlah anak-anak kamu. esungguhnya setan bertebaran ketika itu. Apabila waktu itu berlalu dan malam sudah tiba, maka biarkanlah mereka dan tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah. Sesungguhnya setan tidak bisa membuka pint yang ditutup. ikatlah timba kamu dan sebutlah nama Allah, tutuplah bejana-bejana kamu dan sebutlah nama llah, serta padamkanlah lampu-lampu kamu ketika akan tidur. Sesungguhnya percikan api terkadang menjalar kesumbunya sehingga membakar penghuni rumahnya." (HR Bukhari dan Muslim)

(Sumber bacaan : Shahih Fiqih Sunnah, tulisan Abu Malik Kamal bin as Sayyid Salim dan Riadhus Shalihin tulisan Salim Bahreisy)

Math of The Day


Widgets and Templates

Bermain Sudoku.... Siapa Takut..?

Belanja...? Klik saja...