MER-C

27 September 2010

Kegalauan Hati Seorang Guru

Hari ini, betul-betul saya merasa capai. Dimulai dari ruang ujian pertama sekolah dimana saya bertugas mengawasi ujian tengah semester. Ada beberapa siswa yang dengan enaknya menyontek jawaban temannya, tapi masih mau mendengarkan teguran saya untuk tidak menyontek, walaupun setelah itu nyontek lagi. Hal ini membuat saya mulai sedih, ditambah memikirkan seorang siswa yang tidak masuk-masuk sekolah walaupun sudah dibujuk-bujuk sama orang tuanya dan sudah saya temui di rumahnya. Waktu ujian pertama sudah selesai, beberapa lembar jawaban siswa dengan terpaksa dan penuh dengan emosi saya beri catatan, "Nyontek".

Setelah istirahat sejenak, ujian kedua dimulai. Jam kedua ini saya bertugas mengawas di ruang kedua, kebetulan ruang kedua berisi siswa dari kelas dengan tingkatan yang sama dan dari jurusan yang sama, otomatis soalnya semua sama. Timbul kekawatiran dalam diri saya bahwa akan terjadi contek menyontek yang lebih parah lagi sehingga saya mengingatkan siswa-siswa untuk bekerja sendiri-sendiri dan jujur. Menit-menit pertama berlangsung tertib dan tenang, kekawatiran saya agak berkurang. Lima belas menit berlalu, dua puluh menit berlalu, tiga puluh menit berlalu, waktu mengerjakan soal hampir satu jam tatkala saya melihat hal yang tidak mengenakkan hati seorang pendidik, dengan tenangnya beberapa orang siswa menyontek jawaban temannya. Saya mengingatkannya, ada yang mau mendengarkan dan ada yang tidak mau mendengarkan sama sekali. Saya tegur lagi, saya tegur lagi sampai berkali-kali, ternyata ada dua orang siswa yang tidak menghiraukan teguran saya sama sekali dan dengan enaknya menyontek pekerjaan temannya di depan mata saya. Saya tegur dengan keras tetap tidak menghiraukan, ingin rasanya saya mengambil lembar jawabannya dan menyilangnya atau merobeknya, tapi saya masih berpikir bahwa itu terlalu kasar. Saya masih berharap dua orang siswa itu akan sadar dengan teguran - teguran dan peringatan saya, tetapi ternyata tidak, bahkan menurut perasaan saya keduanya meledek dan meremehkan saya. Akhirnya saya mengambil lembar jawaban keduanya dan menuliskan beberapa kata diatasnya sebagai peringatan dan untuk diperhatikan oleh guru bidang studi.

Terus terang saya benar-benar emosi melihat tingkah laku beberapa siswa di ruang dua ini, sedih bercampur marah, merinding dan bergetar hati saya. Pertama memang sedih dan marah karena merasa dilecehkan dan disepelekan siswa karena seorang guru adalah juga seorang manusia, tetapi yang paling membuat sedih dan marah adalah kelakuan siswa yang dengan tanpa merasa malu menyontek pekerjaan temannya, seakan- akan menyontek adalah suatu hal yang biasa. Sepertinya belum menyadari perbuatan dosa, padahal saya yakin sebagian besar atau bahkan semuanya sudah menginjak usia dewasa, bukan anak baru gede lagi. Saya masih ingat pada waktu saya sekolah dulu, begitu tertanamnya di hati sebagian besar siswa bahwa menyontek adalah perbuatan yang hina, sehingga tanpa diawasipun pada waktu ujian jarang ada yang menyontek. Mengapa sekarang demikian. tapi saya masih berharap bahwa hal ini hanya ada di sekolah saya yang ini saja, tidak di sekolah lain.

Ya Allah, Ya Rabbi, selamatkanlah saya dan anak didik saya dari berbuat curang. Selamatkanlah saya dari ketidakjujuran agar saya mudah pula untuk mengajarkan kejujuran ke anak didik saya. Amiin, Ya Rabbal'alamiin.

22 April 2010

Belajar dari Pertengkaran

Ada satu kebiasaan baru yang dilakukan anak ketiga dan ke-empat kami yang awalnya membuat penasaran. Kedua anak ini lebih sering berbantah-bantahan dari pada anak pertama dan kedua kami dulu waktu seumur mereka. Hampir tiap hari ada saja yang membuat mereka berbantah-bantahan. Dan yang membuat penasaran kami pertengkaran mereka biasanya dilanjutkan dengan tukar-tukaran kertas. Karena tak dapat menahan rasa penasaran, suatu saat kertas yang habis mereka tukar-tukarkan itu saya ambil. Isinya membuat saya tersenyum ternyata kedua anak ini melanjutkan pertengkaran mereka di selembar kertas. Keduanya saling bergantian menulis tentang apa yang mereka pertentangkan. Satu sama lain ingin tahu sebab musabab perselisihan mereka. Adik ingin tahu mengapa kakak marah kepadanya, kakakpun ingin tahu mengapa adik juga marah kepadanya. Dan biasanya usai mereka tukar-tukaran tulisan, keduanya akan rukun kembali, bermain bersama lagi.

Kebiasaan baru kedua gadis kecil kami ini ternyata berdampak positif bagi perkembangan kemampuan anak ke-empat kami dalam menulis, membaca maupun menuangkan pikirannya. Akhirnyapun kamipun tidak terlalu banyak campur tangan bila kedua gadis kecil ini berselisih. Kepada anak ketiga, saya bilang, "Kakak ternyata dengan cara bertengkar seperti ini (sambil memperlihatkan kertas yang penuh tulisan tangan kedua gadis kecilku), adik belajar menulis dan membaca dengan tidak sengaja." Anak ketiga kami pun jadi senang karena merasa sudah membantu adiknya belajar menulis dan membaca. Keriuhan di rumah kamipun dapat berkurang dengan cara pertengkaran mereka seperti itu.

11 Februari 2010

Demi Kenaikan Pangkat, 1820 Guru Diduga Memalsukan Tanda Tangan

DPRD Provinsi Riau prihatin karena ada 1820 guru di provinsi tersebut yang diduga memalsukan tanda tangan pejabat berwenang dalam Penetapan Angka Kredit (PAK) sebagai dasar usulan kenaikan pangkat. Berita yang dimuat harian Republika ini mengingatkan saya pada teman guru saya yang berburu sertifikat seminar untuk sertifikasi guru. Bukan seminarnya yang diburu untuk menambah ilmu, tetapi sertifikatnya saja yang diburu untuk mengejar point pada sertifikasi. Jadi seminarnya tidak perlu ikut, yang penting dapat sertifikat walaupun harus membayar . Juga mengingatkan ke teman guru yang cerita bahwa gelarnya adalah S.Pd yang kepanjangan dari Sarjana Pemberian Dosen, maksudnya tidak usah repot-repot kuliah, gelar sarjana dapat diraih. Ada juga cerita teman guru yang mengarang data untuk kepentingan akreditasi sekolah. Atau teman guru yang sudah digaji lebih dari cukup oleh negara untuk menjadi guru di suatu sekolah setiap hari kerja tetapi masih mengajar di sekolah lain (bahkan kadang lebih dari 2 sekolah) pada jam kerja sekolah demi uang.

Setuju sekali saya dengan pernyataan pakar pendidikan Arief Rahman di harian Republika hari ini yang menilai bahwa sampai saat ini masih ada yang keliru dalam pendidikan di tanah air.Pak Arief meminta guru tak hanya mengajar, tapi juga proaktif mengembangkan sisi sosial kemasyarakatan dan moralitas di sekolah dan menjadikannya kultur sekolah.

Tetapi untuk mengembangkan moral siswa/peserta didik dan moralitas di tempat pendidikan tentunya harus dimulai dari moral pendidiknya dulu. Contoh yang paling mudah adalah mengapa sekarang banyak anak sekolah yang merokok?Ya karena banyak guru yang melarang siswanya merokok sementara dia sendiri merokok, sekolah membuat peraturan bahwa siswa dilarang merokok atau membawa rokok ke sekolah sementara banyak dari guru-gurunya yang dengan santainya merokok di sekolah. Banyak peserta didik yang senang jalan pintas pada waktu mengerjakan test atau ujian, ya karena banyak pendidik juga yang senang jalan pintas, salah satu contohnya kasus pemalsuan tanda tangan di provinsi Riau tersebut.

Menurut pembawa materi kepribadian menarik program Bagimu Guru Kupersembahkan Telkom-Republika, Leila Mona Ganiem, bahwa seorang guru harus mempunyai Brain, Behaviour dan Beauty, seorang guru adalah seorang pembelajar yang tekun, yang tiada henti untuk belajar, seorang guru adalah seorang yang memiliki kepribadian yang baik, seorang pribadi teladan, bukan hanya pengajar tapi adalah seorang pendidik, seorang guru adalah seorang yang berpenampilan baik, menyejukkan, penuh keramahan, kelembutan dan murah senyum. Tentunya perilaku dan penampilan seorang guru harus sesuai dengan ajaran agama.Semoga kita semua dapat menjadi guru/pendidik yang baik.

03 Februari 2010

Hujan dalam Al Qur'an

Hujan. Hampir setiap hari di bulan Januari ini hujan turun. Kadang hujan turun dengan deras disertai kilat dan petir dan disertai angin kadang hujan deras saja dan kadang hanya hujan gerimis. Sebagian diantara kita sering mengeluh kalau turun hujan karena merasa direpotkan atau terganggu aktivitasnya, apalagi yang tinggal di daerah banjir. Padahal kalau lagi musim kemarau hujan kita rindukan.

Dalam kitab suci Al Qur'an ada banyak ayat yang memberi penjelasan tentang hujan. Ayat-ayat tersebut ada yang menjelaskan tentang turunnya hujan, proses hujan, kegunaan hujan, hujan yang sebagai azab, awan hujan dan kadar air hujan.
1. Ayat-ayat tentang turunnya hujan :
- ayat 164 surah Al Baqarah, yang artinya, "Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati(kering), dan dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin yang dikendalikan antara langit dan bumi, semua itu sungguh merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mengerti"
- ayat 99 surah Al An'aam, yang artinya "Dan Dia-lah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak, dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman."
- ayat 57 surah Al A'raf yang artinya"Dia lah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya(hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran."
' - ayat 11 surah Al Anfal, yang artinya " (Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketentraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)."
- ayat 24 surah Yunus, yang artinya"Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu hanya seperti air (hujan0 yang kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu0, diantaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumiitu telah sempurna keindahannya dan berhias dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya) datanglah azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu kami jadikan (tanamannya) seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang yang berpikir."
- ayat 17 surat Ar Ra'du,artinya" Allah telah menurunkan air(hujan) dari langit, maka mengalirlah (air) ia di dalam lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa(logam0 yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan dan alat-alat, ada pula buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya, tetapi yang bermanfaat bagi manusia akan tetap ada di bumi. Demikianlah Al;lah membuat perumpamaan."
2. Ayat-ayat tentang proses hujan :
- ayat 43 surah An Nur, yang artinya, "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia juga menurunkan butiran-butiran es dari langit, yaitu dari gumpalan-gumpalan awan seperti gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya butiran-butiran es itu kepada siapa Dia kehendaki dan dihindarkan=nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan."
- ayat 48 surah Ar Ruum, yang artinya, "Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan allah membentangkannya di langit menurut apa yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira."
- ayat 9 surah Faathir, yang artinya,"Dan Allah-lah yang menurunkan angin dan angin itu menggerakkan awan, maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus), lalau dengan hujan itu kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan itu."
3. Ayat-ayat tentang kegunaan hujan:
- ayat 21 surah Az Zumar, yang artinya, "Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudan dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering , lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai kal sehat."
- ayat 39 surah Fushilat, yang artinya, "Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran- Nya, engkau melihat bumi itu kering dan tandus, tetapi apabila Kami turunkan hujan di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. sesungguhnya (Alla) yang menghidupkannya pasti menghidupkan yang mati, sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
- ayat 11 surah Az Zukhruf, yang artinya, 'Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran yang diperlukan,lalu dari air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan dari kubur."
- ayat 5 surat Al Jatsiyah, yang artinya, "Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan allah dari langit, lalu dengan air hujan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang mengerti."
- ayat 9 - 11 surah Qaaf, yang artinya, "Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu dari air itu kami tumbuhkan pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dipanen dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun.Dan sebagai rezeki hamba-hamba Kami, dan Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati(tandus), seperti itulah terjadinya kebangkitan dari kubur."
4. Ayat-ayat tentang awan hujan :
-.ayat 57 surah Al A'raf yang artinya"Dia lah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya(hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran."
- ayat 43 surah An Nur, yang artinya, "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia juga menurunkan butiran-butiran es dari langit, yaitu dari gumpalan-gumpalan awan seperti gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya butiran-butiran es itu kepada siapa Dia kehendaki dan dihindarkannya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan"
- ayat 9 surah Faathir, yang artinya,"Dan Allah-lah yang menurunkan angin dan angin itu menggerakkan awan, maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus), lalau dengan hujan itu kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan itu."
- ayat 2 surah Adz Dzariyat, yang artinya, "Dan awan yang mengandung hujan."
6. Ayat-ayat tentang kadar hujan :
- ayat 18 surah Al Mukminuun,yang artinya, "Dan Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan Kami pasti berkuasa melenyapkannya."
- ayat 11 surah Az Zukhruf, artinya, yang artinya, 'Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran yang diperlukan,lalu dari air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan dari kubur."

Hujan adalah berkah. Hujan menyebabkan pohon-pohonan tumbuh, berbiji dan berkembang. Tanah yang tandus dan kering menjadi subur. Hujan diturunkan dengan suatu ukuran sesuai dengan yang diperlukan.

31 Januari 2010

Apa yang Paling Banyak Dipikirkan Manusia?

Pagi ini, sambil menemani suami menyelesaikan tugas kantor, saya membuka internet. Sambil cerita yang ringan-ringan dengan suami, saya mencari-cari berita yang menarik di detik.com dan republika.online. Selesai membaca-baca berita, membuka blog . Iseng-iseng melihat pengunjung blog dan lewat kata kunci apa saja mereka sampai di blog saya, dilanjutkan mengklik kata kunci yang dipakai pengunjung. "Lewat Google saja Ma mencarinya dan pelan-pelan mengetik hurufnya, perhatikan berapa banyak orang yang mencari artikel dengan kata tersebut". Ternyata pagi ini saya mendapat pengetahuan baru. Bagaimana mengetahui apa yang banyak dipikirkan oleh manusia, khususnya pengguna internet.

Dengan menggunakan search engine Google, kita dapat mengetahui apa yang paling banyak dipikirkan oleh manusia di seluruh dunia, khususnya pengguna internet. Ini berarti kita dapat melakukan survey dengan biaya yang sangat murah. Asyik kan ya? Inilah hasil penelusuran saya tentang informasi yang berhubungan dengan kata apa saja yang banyak dicari orang di search engine google tadi pagi. Hasil penelusuran tersebut dapat memberi gambaran hal apa yang paling banyak dipikirkan oleh manusia di dunia bulan ini, khususnya pengguna internet.
1. air asia : 94.200.000 orang
2. blogger : 137.000.000 orang
3. cinema 21 : 95.600.000 orang
4. downloat youtbe : 321.000.000 orang
5. email : 2.040.000.000 orang
6. face book : 1.666.000.000 orang
7. game : 1.090.000.000 orang
8. hp : 382.000.000 orang
9. internet downloat manager : 64.000.000 orang
10. just rf : 28.200.000 orang
11. kompas : 6.850.000 orang
12. live score : 19.800.000 orang
13. mail : 2. 130.000.000 orang
14. nokia : 255.000.000 orang
15. one piece : 304.000.000 orang
16. pln dan point blank : 39.900.000 orang
17. quote : 485.000.000 orang
18. republika : 33.300.000 orang
19. smart : 215.000.000 orang
20. twitter : 1.180.000.000 orang
21. ufo : 700.600 orang
22. video blue film : 62.000.000 orang
23. www.facebook.com : 5.550.000.000 orang
24. xl : 106.000.000 orang
25. yahoo : 1.830.000.000 orang
26. zedge.net : 9.480.000 orang

Dari data diatas dapat diketahui www.facebook.com yang paling banyak ada dipikiran manusia khususnya pengguna internet saat ini. Dengan pemilihan bahasa yang dipakai pengguna search engine, kita juga akan mendapatkan gambaran apa yang paling banyak dipikirkan penduduk suatu negara

30 Januari 2010

Perlukah Sentralisasi Pengelolaan Zakat?

Harian Republika hari ini, Jum'at 29 Januari 2010, halaman 12 memuat berita tentang Seminar Masa Depan Pengelolaan Zakat. Keinginan pemerintah untuk melakukan sentralisasi pengelolaan zakat ternyata mendapat penolakan dari Direktur Center for the Study of Religion and Culture (CSRC), Amelia Fauzia. Di bagian akhir berita Republika menulis pernyataan,salah satu Ketua PBNU, yaitu Masdar F Mas'udi yang mengemukakan bahwa biarlah pengelolaan zakat, infak, shodaqoh dilakukan oleh ormas keagamaan masing-masing. ZIS warga NU dikelola oleh Nu, ZIS warga Muhamamadiyah, Persis dan sebagainya dikelola oleh masing-masing ormas tersebut. Pemerintah sebagai wakil kemaslahatan publik cukup menjadi pengawas atas penerimaan dan penggunaan ZIS yang dikelola ormas keagamaan itu.

Terus terang saya sangat setuju dan sangat mendukung apa yang dikemukakan oleh Amelia Fauzia maupun oleh Masdar F Mas'udi. Bahkan apa yang disampaikan oleh beliau berdua seakan - akan telah mewakili saya yang gelisah akan upaya pemerintah yang akan melakukan sentralisasi pengelolaan zakat. Mungkin juga tidak hanya mewakili saya sebagai saudara dan sahabat beberapa orang yang menyalurkan zakat, infak dan shadaqohnya melalui lembaga zakat yang dipilih sesuai dengan kemantapan hatinya. Penyaluran ZIS  lewat lembaga pilihan hati itu sudah berlangsung lama, sehingga seperti ada hubungan persaudaraan. Bayangan saya, jika saudara-saudara dan sahabat kita itu harus menyalurkan ZISnya lewat  badan pengelola zakat yang di bentuk oleh pemerintah, tentunya akan terasa berat sekali di hatinya. Mungkin karena keawaman saya di ilmu dan pengamalan agama, sayapun sepertinya merasa berat hati dan kurang mantap dalam menitipkan zakat, infak dan shadaqoh jika harus berganti tempat penyalurannya, yah mungkin karena adanya hubungan emosional. Menurut saya kalau saudara-saudara kita disuruh berganti tempat penyaluran zakatnya itu seperti syair lagu, "tak bisa ke lain hati". Bukan karena fanatik golongan, tetapi karena kepercayaan yang sudah bertahun-tahun kepada lembaga pengelola zakat yang dipilih dan lembaga tersebut memang dapat dipercaya sehingga menimbulkan kenyamanan dan kemantapan kepada orang yang membayarkan zakat, infak dan shadaqohnya. 

Saya percaya, sebagian besar dari kitapun percaya bahwa lembaga-lembaga amil zakat yang sudah ada sekarang tidak akan pilih kasih dalam penyaluran zakat, infak dan shodaqohnya, yang penting bagi para pengelola zakat yang ada sekarang adalah bahwa yang menerima zakat, infak dan shadaqoh adalah orang yang paling berhak menerimanya. Maka sekali lagi saya sangat mendukung apa yang dikemukakan Masdar F Mas'udi bahwa pemerintah cukup sebagai pengawas atas penerimaan dan penggunaan ZIS yang dikelola lembaga-lembaga pengelola zakat yang ada sekarang.

Sebenarnya umat Islam di Indonesiapun sudah banyak yang cerdas, mereka dapat menilai lembaga pengelola ZIS mana yang lebih profesional dan amanah. Dengan demikian lembaga-lembaga zakat itupun akan terseleksi dengan sendirinya. Jadi pemerintah tidak usah repot-repot menambah pekerjaan dan masalah, selesaikan saja pekerjaan dan masalah yang belum tuntas. Umat bisa kok mengelola zakat, infak dan shodaqoh.

17 Januari 2010

Jangan Menyerah

Kelas istimewa, itulah yang sering dilontarkan aku dan teman-temanku, untuk beberapa kelas di sekolah tempat aku mengajar. Sebuah kelas yang cukup gaduh, pada waktu belajar,bukan karena pada diskusi tetapi karena banyak yang berbicara sendiri, atau kelas yang sepi, bukan karena pada menyimak penjelasan teman atau guru, tetapi karena hanya sebagian murid yang masuk atau sebagian murid pada tidur. Kadang saya merasa seakan akan saya saja yang butuh kelas bukan kelas yang butuh saya.Dari pembicaraan dengan teman-teman , dapat informasi bahwa memang banyak anak istimewa di beberapa kelas kami.Anak yang kurang beruntung secara ekonomi, atau kurang beruntung secara sosial, anak yang kurang mendapatkan pendidikan orang tua dan lingkungan, anak yang salah asuh,anak yang harus menanggung beban yang semestinya belum menjadi tanggungannya. Mungkin gurulah yang harus dapat memahami kondisi mereka. Aku berusaha mencari-cari cara, bagaimana cara membangkitkan semangat mereka. Dengan nasehat?Tentu mereka sudah banyak mendapatkan nasehat dari guru-guru. Mungkin mereka malah akan bosan mendengarkan jika diceramahi terus. Diberi sangsi, sepertinya sudah kebanyakan sangsi yang mereka terima. 

Suatu hari aku mendengar lagunya D'Masiv, "Jangan menyerah", aku tertarik dengan syairnya, sepertinya cocok dengan keadaan murid-muridku. Aku bilang ke anakku yang ke tiga Safana, "Mama mau mengajak murid-murid mama menyanyi lagu ini, biar pada semangat". E, anakku mendukung, diapun memberikan selembar kertas berisi syair lagu dari ibu gurunya. Dia menyarankan lagu bu gurunya juga ikut dinyanyikan. Aku baca syairnya, aku setuju karena syairnya penuh dengan inspirasi dan cita-cita walaupun agak geli membayangkan murid-muridku menyanyikan lagu dari sekolah anakku yang masih SD. 

Akhirnya jadi juga hari itu, aku mengajak murid-muridku menyanyikan lagunya D'Masiv dan lagu anakku. Alhamdulillah, mereka pada senang dan menikmati, meskipun awalnya pada geli dan heran karena aku tahu D'Masiv. Dan akupun dapat melanjutkan materi pelajaran dengan nyaman pada hari itu.

Inilah syair lagu D'Masiv, yang dapat membantu membangkitkan semangat muridku:

Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali, semua yang telah terjadi 
Kita pasti pernah, dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini, tak ada artinya lagi

Reff :
Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik
Tuhan pastikan menunjukkan, kebesaran dan kuasa-Nya
Bagi hamba-Nya yang sabar dan tak kenal putus asa

Jangan menyerah. Jangan menyerah. Jangan menyerah

Alhamdulillah. Terima kasih D'Masiv. Terima kasih anakku.


Math of The Day


Widgets and Templates

Bermain Sudoku.... Siapa Takut..?

Belanja...? Klik saja...