MER-C
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan

10 Februari 2009

Melatih kesabaran dan ketekunan dengan persamaan matriks

Hari ini saya mengajar tentang penyelesaian sistem persamaan linear 3 variabel dengan matriks, saya sampaikan ke anak-anak (demikian saya suka menyebut murid-murid saya karena memang seusia anak-anak saya di rumah) bahwa sistem persamaan linear dengan 3 variabel juga dapat diselesaikan dengan persamaan matriks ataupun dengan aturan Cramer. Kebetulan kedua cara ini telah mereka pelajari dan mereka coba pada pertemuan sebelumnya untuk menyelesaikan sistem persamaan linear 2 variabel.

Setelah bersama-sama menyelesaikan contoh soal, mereka saya ajak untuk menyelesaikan soal yang lain dengan menggunakan kedua cara. Untuk menggunakan aturan Cramer rata-rata dari mereka tidak mengalami masalah. Tetapi untuk penyelesaian dengan persamaan matriks kebanyakan mengalami masalah, hanya segelintir anak yang tidak mengalami masalah. Masalah apa yang mereka hadapi?Mereka belum faham dalam menerapkan persamaan matriks? Tidak. Masalah yang mereka hadapi adalah kekurang tekunan dan kekurangsabaran, karena perhitungan pada persamaan matriks adalah perhitungan yang sederhana menurut mereka hanya perhitungan yang harus mereka lakukan cukup banyak. Sehingga untuk anak-anak yang kurang tekun dan sabar akan berhenti di tengah jalan, bukan karena tidak bisa tetapi karena kurang sabar dan tekun.

Ternyata dengan latihan menerapkan persamaan matriks pada penyelesaian sistem persamaan linear 3 variabel ini, guru dapat mengetahui mana siswa yang tekun dan sabar dan mana siswa yang kurang tekun dan kurang sabar. Dengan latihan tersebut siswa juga dapat berlatih ketekunan dan kesabaran, karena dua hal ini diperlukan untuk menyelesaikan soal dengan baik. Sambil mendampingi anak-anak menyelesaikan soal, saya sampaikan kepada mereka bahwa untuk menyelesaikan soal ini diperlukan ketekunan dan kesabaran tidak cukup kecerdasan, walaupun cerdas kalau tidak tekun dan sabar tidak akan dapat menyelesaikan soal ini dengan baik, demikian pula untuk dapat berhasil dalam hidup.

24 Januari 2009

Mulai Belajar Menulis

Tiba tiba saja aku ingin sekali menulis. Entah karena habis membaca tulisan-tulisan Mas Faiz (jadi membayangkan, bagaimana rasanya punya anak laki-laki seperi Mas Faiz, kebetulan empat anakku perempuan semua), entah karena suamiku ingin aku nulis, atau anakku Safa yang senang sekali waktu aku bilang ingin nulis. Aku tak tahu aku harus mulai menulis apa, hanya saat ini aku semangat sekali untuk menuangkan hasrat dan keinginanku lewat kata-kata. Semoga ini awal dari tulisan-tulisanku, tulisan seorang ibu yang sudah cukup begitu tua (mungkin) untuk mulai belajar menulis. Aku coba terapkan sesuatu yang terlintas dalam pikiranku untuk mulai belajar menulis yaitu, langsung menulis kapan saja, dimana saja dengan apa saja setiap ada hasrat keinginan, terlintas ide di pikiran ataupun tiba- tiba terlintas peristiwa-peristiwa yang berkesan bagiku.

Math of The Day


Widgets and Templates

Bermain Sudoku.... Siapa Takut..?

Belanja...? Klik saja...