MER-C
Tampilkan postingan dengan label My student story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My student story. Tampilkan semua postingan

17 Januari 2010

Jangan Menyerah

Kelas istimewa, itulah yang sering dilontarkan aku dan teman-temanku, untuk beberapa kelas di sekolah tempat aku mengajar. Sebuah kelas yang cukup gaduh, pada waktu belajar,bukan karena pada diskusi tetapi karena banyak yang berbicara sendiri, atau kelas yang sepi, bukan karena pada menyimak penjelasan teman atau guru, tetapi karena hanya sebagian murid yang masuk atau sebagian murid pada tidur. Kadang saya merasa seakan akan saya saja yang butuh kelas bukan kelas yang butuh saya.Dari pembicaraan dengan teman-teman , dapat informasi bahwa memang banyak anak istimewa di beberapa kelas kami.Anak yang kurang beruntung secara ekonomi, atau kurang beruntung secara sosial, anak yang kurang mendapatkan pendidikan orang tua dan lingkungan, anak yang salah asuh,anak yang harus menanggung beban yang semestinya belum menjadi tanggungannya. Mungkin gurulah yang harus dapat memahami kondisi mereka. Aku berusaha mencari-cari cara, bagaimana cara membangkitkan semangat mereka. Dengan nasehat?Tentu mereka sudah banyak mendapatkan nasehat dari guru-guru. Mungkin mereka malah akan bosan mendengarkan jika diceramahi terus. Diberi sangsi, sepertinya sudah kebanyakan sangsi yang mereka terima. 

Suatu hari aku mendengar lagunya D'Masiv, "Jangan menyerah", aku tertarik dengan syairnya, sepertinya cocok dengan keadaan murid-muridku. Aku bilang ke anakku yang ke tiga Safana, "Mama mau mengajak murid-murid mama menyanyi lagu ini, biar pada semangat". E, anakku mendukung, diapun memberikan selembar kertas berisi syair lagu dari ibu gurunya. Dia menyarankan lagu bu gurunya juga ikut dinyanyikan. Aku baca syairnya, aku setuju karena syairnya penuh dengan inspirasi dan cita-cita walaupun agak geli membayangkan murid-muridku menyanyikan lagu dari sekolah anakku yang masih SD. 

Akhirnya jadi juga hari itu, aku mengajak murid-muridku menyanyikan lagunya D'Masiv dan lagu anakku. Alhamdulillah, mereka pada senang dan menikmati, meskipun awalnya pada geli dan heran karena aku tahu D'Masiv. Dan akupun dapat melanjutkan materi pelajaran dengan nyaman pada hari itu.

Inilah syair lagu D'Masiv, yang dapat membantu membangkitkan semangat muridku:

Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali, semua yang telah terjadi 
Kita pasti pernah, dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini, tak ada artinya lagi

Reff :
Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik
Tuhan pastikan menunjukkan, kebesaran dan kuasa-Nya
Bagi hamba-Nya yang sabar dan tak kenal putus asa

Jangan menyerah. Jangan menyerah. Jangan menyerah

Alhamdulillah. Terima kasih D'Masiv. Terima kasih anakku.


14 April 2009

Belajar Logika Matematika

Sudah empat kali pertemuan saya membimbing murid-murid di kelasku yang satu ini untuk belajar logika matematika. Karena di SD maupun di SMP mereka belum pernah dapat pelajaran tentang logika matematika, beberapa dari murid-murid saya berkomentar, "Matematika kok seperti bahasa Indonesia ya, ada kalimat berarti dan kalimat tidak berarti, ada pernyataan dan bukan pernyataan, ada kalimat majemuk segala". Karena termasuk ilmu yang baru mereka pelajari, banyak yang begitu semangat mempelajarinya.

Beberapa murid saya masih juga belum bisa konsentrasi ke pelajaran. Ada yang masih jalan-jalan, ada yang mengajak temannya bercanda terus. Ada yang diam saja dan benar-benar diam saja duduk manis ditempat duduknya . Dan satu lagi ada yang suka jalan-jalan di kelas dan kadang bicaranya agak keras kalau tidak mau dibilang teriak, tetapi selalu mengerjakan tugas dengan selesai dan cukup baik. Saya berusaha untuk memaklumi mereka, karena dari informasi teman-teman sesama pendidik atau dari informasi yang saya dapatkan dari mereka sendiri, beberapa muridku adalah anak-anak yang kurang beruntung. Saya kadang berharap bahwa di tempat lain di Indonesia tidak ada anak-anak istimewa seperti ini. Teman sesama pendidik pernah bilang, kita harus bersukur mereka masih mau datang ke sekolah. Dan saya harus bersukur mereka semua masih cukup sopan kepada guru-gurunya. Satu lagi yang membuat saya memaklumi mereka, saya berpikir bahwa sebenarnya mereka ingin belajar, ingin konsentrasi kepada pelajaran tapi mereka belum bisa. Ada sesuatu yang menghalangi mereka. Orang tua, guru, masyarakat dan kita semua perlu membantu mereka, generasi muda penerus kita-kita.

Pertemuan kemarin kami belajar tentang cara penarikan kesimpulan dengan tiga dasar, yaitu modus Ponens, modus Tollens dan silogisme. Setelah saya memberikan pengantar dan penjelasan anak-anak saya suruh membuat contoh-contoh penarikan kesimpulan sendiri. Tidak disangka dengan contoh-contoh yang mereka buat, mereka dapat mengungkapkan apa yang ada dipikiran mereka, tentang kami guru-gurunya, tentang temannya, tentang sekolah, tentang negara, tentang keadaan masyarakat dan tentang diri mereka sendiri. Saya bahagia sekali.

Saya mengingat-ingat dua pertemuan sebelumnya. Terutama pada waktu membuat contoh kalimat majemuk konjungsi, disjungsi , implikasi dan biimplikasi ada beberapa yang membuat kalimat yang isinya dapat mengingatkan temannya yang lalai atau yang dapat memotivasi dirinya. Dan pada waktu bersama-sama menentukan kebenaran dari suatu pernyataan, kebetulan pernyataan-pernyataan yang kita buat yang berhubungan dengan mereka, anak-anak begitu semangatnya. Saya jadi berpikir kalau belajar logika matematika dapat sekaligus dipakai untuk belajar sosial , geografi, sejarah dan yang penting yaitu perbaikan akhlak murid-murid (mungkin juga gurunya) dan pemberian motivasi. Dan saya senang karena ada anak yang bilang bahwa logika matematika itu mudah.

05 Maret 2009

Membahas Program Linear

Materi tentang program linear telah selesai saya sampaikan. Beberapa kali latihan penyelesaian masalah dengan program linear telah dilakukan. Saya merasa sudah cukup pembahasan tentang program linear. Siswa siap melaksanakan test minggu ini.

Ternyata perkiraan saya meleset. Hanya beberapa siswa yang sudah menguasai keseluruhan materi. Pembahasan mengenai program linear dibagi menjadi tiga yaitu :
- Membuat model matematika dari suatu masalah
- Menggambar grafik untuk menentukan daerah himpunan penyelesaian
- Menentukan nilai optimum dari suatu fungsi objektif dengan cara uji titik pojok dan dengan cara menggunakan garis selidik
Untuk membuat model matematika sebagian besar siswa tidak mengalami kesulitan. Sebagian siswa kesulitan dalam menggambar grafik. Dan sebagian besar siswa masih merasa kesulitan dalam menentukan nilai optimum dari suatu fungsi objektif. Sebagian besar siswa merasa kesulitan menentukan nilai optimum dengan menggunakan garis selidik. Siswa lebih senang menggunakan cara uji titik pojok.

Rasa capai menghinggapi saya untuk menjelaskan kembali. Tetapi melihat semangat beberapa siswa yang ingin sekali memahami materi program linear, saya kembali memberi penjelasan dan pengarahan untuk penyelesaian masalah yang berkaitan dengan program linear. Terlebih lagi ada dua orang siswa yang dimasukkan sebagai pembuat onar di kelas begitu semangatnya bertanya dan mengerjakan soal. Bahagia rasanya saya hari ini, melihat keduanya. Sayapun merasa bersalah karena penjelasan saya tentang materi program linear ini belum bisa difahami mereka dengan baik. Teringat hadist Nabi saw yang memberitahukan bahwa menjelaskan kata, kalimat pada pendengar dan mengulanginya supaya dapat dimengerti adalah sunnat. Tertulis arti dua buah hadist dalam buku Riadhus Shalihin yang artinya sebagai berikut :
1. Anas ra berkata, "Adalah Nabi saw jika berkata diulanginya tiga kali supaya dimengerti daripadanya. juga jika beliau datang pada suatu kaum, memberi salam tiga kali (HR Bukhari)
2. 'Aisyah ra berkata, "Biasa perkataan (bicara) Rasulullah saw cukup jelas, dapat dimengerti oleh tiap pendengarnya (HR Abu Dawud)

18 Februari 2009

Mobile Phone ('Hand Phone') vs Text Book

One of two schools where I teach is school of poor students. School with lower payment in South Tambun, Bekasi. Although that, some students still are difficulty to pay school payment, what else to buy text book, although cheap text book. But the school building is good, schoolyard is wide with several trees, sport square and flower garden.

Several teachers in the school watched some students behavior closely. They often asked were excused to go to toilet when they were studying in the class. After were examined, really some students didn't go to toilet. They were replaying message or recalling call that had been received by mobile phone / cell phone which in Indonesia we mention it as 'hand phone'. Some times, there were several students sent messages or played mobile phones in the class at studying time. Certainly, the things disturbed their studying.

From the some messages in mobile phones of students that were knew by the teachers, really from their boy friends or girl friends. After examined that often the students had been called with mobile phone were their boy friends or girl friends, their friends who did not have relation with school activity.

Finally, the teachers decided to forbid the students bring mobile phone to school . If they are found out bringing it, mobile phone will be confiscated by homeroom teacher or vice principal. And their parents are invited to school to take it.

What and who is wrong? Their teachers? Their parents? The students can buy mobile phone and its reload voucher (pulse) but can not buy cheap text book, why?

16 Februari 2009

I hope, Fin can come back to school

Fin salah seorang murid saya sudah beberapa hari tidak masuk sekolah. Sudah beberapa kali saya titip pesan untuk Fin, lewat saudara sepupunya Gita, yang kebetulan di kelas saya juga, agar Fin datang ke sekolah. Menurut informasi dari Gita, Fin sebenarnya masih ingin sekali sekolah tapi karena faktor ekonomi keluarga Fin harus kerja. Setelah meminta saran dari teman guru dan staf yayasan saya putuskan untuk berkunjung ke rumah Fin.

Sambil menunggu angkutan yang menuju rumah Fin, saya berbincang-bincang dengan ibu pemilik warung di depan sekolah. Saya bercerita kalau mau berkunjung ke rumah salah seorang anak yang sudah beberapa hari tidak masuk sekolah karena harus bekerja, padahal menurut informasi dari saudaranya anak tersebut masih ingin sekolah. Medengar itu, ibu pemilik warung langsung cerita, bahwa dulu anaknya ingin sekali sekolah kebidanan. Karena kesulitan biaya, ibu tersebut menyarankan untuk mengambil jurusan lain yang lebih terjangkau biayanya. Anaknya tetap pada pendiriannya dan mencari sekolah sendiri. Akhirnya si ibu menjual sapi yang baru melahirkan untuk biaya sekolah anaknya, si ibu harus rela menyusui anak sapi yang baru lahir dengan susu kaleng. Dan sekarang si anak sudah berhasil menjadi bidan sesuai dengan cita-citanya dan mungkin mampu membelikan sapi lebih dari satu untuk si ibu.

Turun dari angkutan, ternyata saya harus berjalan kaki lumayan jauh untuk sampai ke rumah Fin. Alhamdulillah, walaupun jalannya dari tanah tetapi tidak becek. Setelah bertanya pada orang yang ke empat, barulah saya menemukan rumah Fin. Orang ke empat ini ternyata ibu kandung Fi. Dengan ramah dia mempersilahkan saya masuk rumah. Di rumah Fin saat itu hanya ada ibu Fin dan dua adiknya yang masih kecil dan satu keponakannya yang masih berusia 10 bulan, Fin tidak ada. Nampaknya, ibu Fin masih ingat saya karena pernah bertemu waktu pengambilan raport di sekolah. Di awali dengan basa-basi sekedarnya, saya bertanya tentang kabar Fin sekarang, mengapa lama tidak masuk sekolah. Ibu Fin dengan agak sedih menceritakan kondisi keluarganya, juga menceritakan betapa sedihnya harus menyuruh Fin bekerja dulu. Setelah mendengarkan cerita ibu Fin, saya menyampaikan saran-saran hasil diskusi saya dengan teman-teman guru di sekolah dan juga tawaran bantuan dari pihak yayasan yang berupa dispensasi dan keringanan biaya sekolah agar Fin dapat meneruskan sekolah sekaligus masih dapat bekerja membantu ekonomi keluarga.

Ibu Fin berjanji akan menyampaikan semua saran kepada Fin dan berterima kasih kepada guru-guru dan yayasan yang telah memberi perhatian kepada Fin. Ibu Fin mengantar saya pulang sampai tempat pemberhentian angkutan yang lumayan jauh dengan berjalan kaki. Hati saya lega bisa berkunjung ke rumah Fin. Semoga Fin dan keluarganya mau menerima saran-saran guru dan yayasan. Semoga Fin bisa sekolah lagi. Amiin.

Math of The Day


Widgets and Templates

Bermain Sudoku.... Siapa Takut..?

Belanja...? Klik saja...